MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM SATUAN PENDIDIKAN SMAS KATOLIK VILLANOVA MANOKWARI
(By. Stevanus Alo, OSA)
Pendahuluan
Manusia modern tidak dapat dilepaskan dari keberadaannya dalam berbagai organisasi. Organisasi menjadi sarana utama bagi individu untuk mencapai tujuan hidupnya, baik dalam meningkatkan taraf hidup secara material maupun dalam memperoleh pengakuan sosial melalui pencapaian karier yang optimal. Dalam konteks kehidupan yang semakin kompleks, kebutuhan manusia tidak lagi dapat dipenuhi secara individual, melainkan melalui kerja sama dalam suatu sistem yang terorganisasi dengan baik.
Organisasi, dari sudut pandang dinamis, merupakan proses kerja sama yang terencana, sistematis, dan koheren di antara individu-individu dalam suatu struktur formal yang bersifat hierarkis. Setiap anggota organisasi menjalankan peran dan tanggung jawabnya berdasarkan aturan yang telah disepakati bersama demi mencapai tujuan secara efektif dan efisien (Robbins, 1994; Siagian, 1996). Dengan demikian, organisasi tidak hanya dipahami sebagai wadah yang bersifat statis, tetapi juga sebagai entitas hidup yang ditentukan oleh aktivitas, komitmen, dan kualitas sumber daya manusianya.
Dalam praktiknya, organisasi pendidikan, termasuk satuan pendidikan di Papua seperti SMAS Katolik Villanova Manokwari, menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Tantangan tersebut antara lain kebutuhan untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan zaman, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menguasai teknologi informasi, serta menjaga eksistensi lembaga di tengah persaingan global yang semakin ketat. Prinsip innovate or die menjadi realitas yang tidak dapat diabaikan dalam dunia pendidikan saat ini.
Konteks Papua menghadirkan dinamika tersendiri dalam pengelolaan pendidikan. Letak geografis yang relatif terpencil, keterbatasan infrastruktur, serta keragaman sosial budaya menjadi faktor yang memengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan. Namun demikian, kondisi ini sekaligus menjadi peluang untuk mengembangkan model pendidikan yang kontekstual, berakar pada nilai-nilai lokal, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam menghadapi tantangan tersebut, diperlukan sinergi antara seluruh unsur organisasi pendidikan, termasuk keterlibatan aktif para pemangku kepentingan (stakeholders). Peran pemerintah, yayasan, orang tua, masyarakat, dan dunia usaha menjadi sangat penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas. Keterlibatan mereka tidak hanya terbatas pada penetapan kebijakan, tetapi juga dalam memberikan masukan konstruktif serta dukungan nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan.
Sejalan dengan gagasan H.A.R. Tilaar, strategi manajemen pendidikan perlu diarahkan pada efisiensi sistem melalui pemanfaatan sumber daya secara optimal serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pendidikan. Pendekatan desentralisasi menjadi salah satu solusi yang relevan, di mana kewenangan pengambilan keputusan lebih banyak diberikan kepada satuan pendidikan sebagai unit terdepan dalam proses pendidikan.
Dalam kerangka tersebut, SMAS Katolik Villanova Manokwari, sebagai lembaga pendidikan berbasis nilai-nilai Kristiani dan spiritualitas Santo Agustinus, memiliki tanggung jawab untuk mengelola organisasi pendidikan secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada mutu. Nilai-nilai seperti Veritas (kebenaran), Caritas (kasih), dan Unitas (persatuan) menjadi landasan penting dalam membangun sistem manajemen pendidikan yang humanis dan transformatif.
Pada akhirnya, keberhasilan suatu organisasi pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan struktur, pembagian tugas, atau ketersediaan anggaran. Faktor penentu utama terletak pada kualitas sumber daya manusia yang menggerakkan organisasi tersebut. Tenaga pendidik dan kependidikan yang kompeten, berdedikasi, serta memiliki integritas tinggi merupakan kunci utama dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang bermutu, relevan, efektif, dan berkelanjutan, khususnya dalam konteks pembangunan pendidikan di Tanah Papua.
Organisasi Pendidikan sebagai Suatu Sistem
Organisasi pendidikan merupakan suatu sistem yang mampu menjalankan aktivitasnya secara efektif apabila seluruh unsur pendukungnya bekerja secara terpadu dan harmonis. Dalam konteks ini, sekolah tidak hanya dipandang sebagai sekadar lembaga formal, tetapi sebagai suatu kesatuan sistem yang hidup, dinamis, dan terus berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas.
Konsep organisasi sebagai suatu sistem menekankan adanya keterkaitan antara organisasi dengan sistem yang lebih besar, yaitu lingkungan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Dalam kerangka ini, organisasi pendidikan tidak hanya bergantung pada lingkungan sebagai sumber masukan (input), tetapi juga sebagai penerima hasil (output) berupa lulusan, layanan pendidikan, serta kontribusi sosial lainnya. Oleh karena itu, sekolah dituntut untuk mampu mengembangkan strategi adaptif agar tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks SMAS Katolik Villanova Manokwari, pendekatan sistem menjadi sangat penting mengingat kondisi Papua yang memiliki karakteristik unik, baik dari segi geografis, budaya, maupun akses terhadap sumber daya. Sekolah sebagai suatu sistem menerima berbagai masukan dari lingkungan, seperti peserta didik dengan latar belakang budaya yang beragam, dukungan orang tua, kebijakan pemerintah, serta nilai-nilai lokal masyarakat Papua. Masukan tersebut kemudian diolah melalui proses pendidikan yang meliputi kegiatan pembelajaran, pembinaan karakter, serta pengembangan spiritualitas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan kepekaan sosial.
Dalam perspektif teori sistem, organisasi dipahami sebagai sekumpulan elemen yang saling berinteraksi dan memiliki hubungan ketergantungan (interdependensi). Aliran masukan dan keluaran menjadi dasar utama dalam memahami bagaimana organisasi bekerja. Setiap proses dalam organisasi pendidikan merupakan transformasi dari masukan menjadi keluaran yang memiliki nilai tambah. Dengan demikian, kualitas keluaran sangat ditentukan oleh kualitas masukan dan efektivitas proses yang berlangsung di dalam sistem tersebut.
Pendekatan sistem juga memandang organisasi sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan. Perubahan yang terjadi pada satu bagian akan memengaruhi bagian lainnya. Sebagai contoh, peningkatan kompetensi guru di SMAS Katolik Villanova Manokwari akan berdampak pada kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya memengaruhi hasil belajar siswa. Sebaliknya, kelemahan dalam manajemen sarana dan prasarana dapat menghambat proses pembelajaran secara keseluruhan.
Sejalan dengan pemikiran James A. F. Stoner dan R. Edward Freeman, hubungan yang saling bergantung antarbagian dalam organisasi akan menghasilkan kinerja yang lebih optimal dibandingkan dengan jika setiap bagian bekerja secara terpisah. Hal ini menegaskan bahwa sinergi merupakan kunci utama dalam meningkatkan produktivitas organisasi pendidikan.
Lebih lanjut, pendekatan sistem juga memberikan implikasi penting bagi kepemimpinan dalam organisasi pendidikan. Seorang pemimpin, dalam hal ini kepala sekolah, harus memiliki kemampuan untuk melihat organisasi secara menyeluruh (holistic view). Setiap keputusan dan tindakan yang diambil tidak hanya berdampak pada satu unit kerja, tetapi juga memengaruhi keseluruhan sistem. Oleh karena itu, diperlukan kebijaksanaan, kecermatan analisis, serta kemampuan koordinasi yang baik agar setiap kebijakan yang diambil dapat mendukung tercapainya tujuan organisasi secara efektif.
Dengan demikian, organisasi pendidikan sebagai suatu sistem merupakan kesatuan yang terdiri dari berbagai elemen yang saling berhubungan dan bergantung satu sama lain. Interaksi antarelemen tersebut akan membentuk suatu struktur yang utuh dan berfungsi secara kolektif. Dalam konteks SMAS Katolik Villanova Manokwari, pemahaman terhadap organisasi sebagai sistem menjadi landasan penting dalam mengelola pendidikan yang berkualitas, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua.
Manajemen pendidikan
Manajemen pendidikan merupakan suatu sistem pengelolaan dan penataan sumber daya pendidikan, seperti tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat, kurikulum, dana (keuangan), sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan pendidikan serta iklim pembelajaran. Menurut Nawawi (1989:15), garapan manajemen pendidikan dapat dikelompokkan ke dalam dua bidang, yakni pertama, manajemen administratif, dan kedua, manajemen operasional. Manajemen administratif berfokus pada kegiatan perencanaan, organisasi, bimbingan, pengarahan, koordinasi, pengawasan, serta komunikasi. Sedangkan bidang manajemen operasional memfokuskan diri pada kegiatan tata usaha, kepegawaian, keuangan dan hubungan sekolah dengan masyarakat. Kedua bidang manajemen pendidikan ini, memiliki hubungan yang sangat erat antara satu dan yang lain. Kita dapat mengalaminya dalam kegiatan manajemen operasional, yakni melalui kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan.
Manajemen pendidikan merupakan proses pengembangan kegiatan kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Proses pengendalian kegiatan kelompok tersebut mencakup perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (aktuating), dan pengawasan (controlling) sebagai suatu proses untuk menjadikan visi menjadi aksi.
Beberapa ahli mengungkapkan bahwa manajemen pendidikan berdasarkan sudut pandang dan fokusnya yang berbeda sesuai dengan konsep teoritis yang melandasinya. Knezevich (1984) memberi arti yang sama antara manajemen pendidikan dan administrasi pendidikan. Baginya, manajemen atau administrasi pendidikan sebagai " a specialized set of organizational functions whose primary purposes are elivery of relevant educational service as well as implementation of legislative policies through planning, decision makeadership behaviour that keeps the organizations focused on predetermined objectives, provides for optimum allocation and most productive uses, stimulates and coordinated professional and other personal to produce a coherent social system and desirable organizational climate, and facilitates determination of essential changes to satisfy future and emerging needs of student and society.
Definisi di atas menunjukkan bahwa manajemen pendidikan memiliki berbagai kegiatan yang sangat kompleks dan saling berhubungan. Manajemen pendidikan juga merupakan sekumpulan fungsi untuk menjamin efisiensi dan efektivitas pelayanan pendidikan, melalui perencanaan, pengambilan keputusan, perilaku kepemimpinan, penyiapan alokasi sumber daya, stimulus dan koordinasi personel, penciptaan iklim organisasi yang kondusif, serta penentuan pengembangan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta kerja sama sekelompok orang dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara berencana dan sistematis, yang diselenggarakan pada suatu lingkungan tertentu.
Engkoswara (2001: 2) mengemukakan bahwa manajemen pendidikan dalam arti seluas-luasnya adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana menata sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara produktif dan bagaimana menciptakan suasana yang baik bagi manusia serta di dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.
Manajemen pendidikan pada hakikatnya menyangkut tujuan pendidikan, manusia yang melakukan kerja sama, proses sistemik dan sistematik, serta sumber-sumber yang didayagunakan. Manajemen pendidikan merupakan suatu cabang ilmu manajemen yang mempelajari penataan sumber daya manusia, kurikulum, fasilitas, sumber belajar dan dana, serta upaya mencapai tujuan lembaga secara dinamis.
Proses Manajemen Pendidikan
Pengertian manajemen pendidikan yang telah dipaparkan di atas memberikan berbagai implikasi terhadap aspek-aspek yang terkait dengan lingkungan pendidikan, baik secara makro, messo, maupun mikro untuk mencapai tujuan. Proses manajemen pendidikan memerlukan berbagai pendekatan untuk mencapai tujuan, di antaranya adalah pendekatan sistem, dan pendekatan terpadu. Pendekatan sistem mempelajari manajemen dari sudut sistem, subsistem, dan komponen sistem, dengan penekanan pada interaksi antarkomponen di dalamnya, sedangkan pendekatan manajemen terpadu dilandasi oleh norma dan keadaan yang berlaku, menelaah ke masa silam, serta berorientasi ke masa depan secara cermat. Konsep pengelolaan partisipatif memiliki dimensi konteks, tujuan dan lingkungan. Hal tersebut dikembangkan menjadi suatu proses dalam manajemen pendidikan.
Cohen dan Uphoff (1977:6-8) mengungkapkan bahwa: "Context of participation may affect its extent and substance; to understand oment in projects are undertaken." Kutipan tersebut menunjukkan bagaimana pengembangan program dilakukan melalui pendekatan partisipatif, untuk melibatkan berbagai pihak atau partisipasi berbagai pihak dalam pengambilan keputusan, keinginan untuk melaksanakan keputusan (political will), suasana pendukung, pelaksanaan berbagai komponen sistem pendidikan, baik secara makro, meso maupun mikro. Oleh sebab itu, diperlukan suatu upaya sesuai dengan fungsi pengelolaan yang dipandang dari sistem, subsistem, komponen, dimensi, unsur, dan kriteria. Dalam hal ini, dapat dikemukakan bahwa pada hakikatnya proses manajemen merujuk pada upaya untuk mencapai tujuan, yang memerlukan berbagai keterlibatan, suasana pendukung, dan pendekatan sistem sesuai dengan karakteristik organisasi, yang mempunyai visi, misi, fungsi, tujuan, dan strategi pencapaiannya.
Manajemen pendidikan merupakan suatu sistem pengelolaan dan penataan sumber daya pendidikan, seperti tenaga kependidikan, peserta didik, masyarakat, kurikulum, dana (keuangan), sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan. Nawawi (1989:15) mengelompokkan garapan manajemen pendidikan ke dalam dua bidang, yakni manajemen administratif, dan operasional. Bidang kepegawaian, keuangan dan hubungan sekolah dengan masyarakat. Kedua bidang manajemen pendidikan tersebut memiliki hubungan yang sangat erat, dan nampak dalam kegiatan administratif. Sejalan dengan itu, Soepardi (1988: 116) mengungkapkan bahwa garapan manajemen pendidikan meliputi bidang: organisasi kurikulum, perlengkapan pendidikan, pendidikan, personel pendidikan, hubungan kemanusiaan, dan dana finansial atau keuangan.
Pada dasarnya, pendidikan memiliki tujuan yang akan dicapai, dan untuk merealisasikannya perlu didukung oleh kurikulum yang jelas, pembelajaran, ketenagaan (SDM), sarana, dana, informasi, dan lingkungan kondusif yang dikelola melalui suatu proses sistemik dan sistematis. Dalam kerangka inilah manajemen pendidikan memposisikan diri sebagai manusia dalam mengelola sumber daya, sumber dana, dan sumber pendukung lain, melalui perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan kepemimpinan yang tepat untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Berikut adalah bidang garapan manajemen pendidikan menurut para ahli;
Paradigma manajemen pendidikan dewasa ini sudah tidak memadai lagi untuk menangani berbagai perubahan, dan perkembangan yang ada, apalagi untuk menjangkau jauh ke depan sesuai dengan tuntutan terhadap peran pendidikan yang sesungguhnya. Kondisi tersebut menuntut paradigma baru manajemen pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Paradigma baru manajemen pendidikan harus sejalan dengan semangat Undang-undang Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (undang-undang Sisdiknas), Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (UUPD), UU Nomor 25 Th. 1999 tentang pertimbangan keuangan antara pusat dan daerah, dan PP Nomor 25 Th. 2000 tentang Pelimpahan Kewenangan Pemerintah dan Propinsi sebagai Daerah Otonomi, yang memberikan kewenangan kepada daerah otonomi untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Kewenangan yang diberikan itu bersifat utuh mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pengendalian, dan evaluasi, yang bertujuan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, pengembangan peran dan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Nurhadi (1999) mengungkapkan sedikitnya terdapat tiga dasar pemikiran yang melaUndang Nomor 22 sebagai berikut:
Pertama; dalam rangka memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menyelenggarakan otonomi daerah. Kedua; penyelenggaraan otonomi daerah itu diharapkan dilakukan dengan prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan dan keadilan, serta kemandirian, memperhatikan potensi dan keanekaragaman daerah, menjaga keserasian hubungan pusat dan daerah, serta meningkatkan peran dan fungsi legislatif, asas dekonsentrasi yang diikuti dengan dukungan pembiayaannya. Ketiga; semua itu dimaksudkan guna menghadapi tantangan persaingan global dengan memberikan kewenangan luas, nyata, dan bertanggung jawab secara proporsional.
Paradigma baru Manajemen Pendidikan dan Implementasi Kurikulum dalam Satuan pendidikan SMAS Katolik Villanova
Dinamika perubahan zaman dan tuntutan global menuntut lembaga pendidikan untuk tidak lagi bertahan pada pola pengelolaan konvensional. Manajemen pendidikan pada hakikatnya bukan sekadar kegiatan administratif prosedural, melainkan sebuah sistem pengelolaan terpadu yang menyatukan seluruh sumber daya mulai dari Sumber Daya Manusia (SDM), kurikulum, sarana prasarana, hingga potensi lingkungan secara sistemik, adaptif, dan berorientasi pada masa depan.
Dalam konteks satuan pendidikan di SMAS Katolik Villanova, penerapan paradigma baru manajemen pendidikan menjadi pijakan utama untuk menciptakan iklim persekolahan yang responsif, partisipatif, dan akuntabel. Sejak tahun 2022, paradigma baru ini menggeser fokus pengelolaan dari pendekatan yang kaku (top-down) menuju pendekatan manajemen yang memberikan ruang bagi inovasi lokal, keterlibatan aktif seluruh warga sekolah (stakeholders), serta fleksibilitas dalam merespons regulasi dan kebutuhan peserta didik.
Implementasi kurikulum di SMAS Katolik Villanova bukan sekadar pemenuhan dokumen instruksional, melainkan wujud nyata dari sinergi antara fungsi-fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan, dan kepemimpinan) dengan bidang-bidang garapan sekolah, seperti pola hidup asrama dan sarana kegiatan ekstrakurikuler. Kurikulum dirancang dan dijalankan agar selaras dengan nilai-nilai kekhasan pendidikan Katolik, secara istimewa dengan semangat dan keteladanan Santo Thomas dari Villanova yang berdasar pada semangat hidup Santo Augustinus. Selain itu, pengembangan karakter, serta tuntutan kompetensi abad ke-21 dengan pembelajaran yang inovatif dan digitalisasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan.
Melalui integrasi antara manajemen yang modern-transformatif dan implementasi kurikulum yang berpusat pada peserta didik, SMAS Katolik Villanova berkomitmen untuk menghadirkan iklim belajar yang kondusif. Hal ini bermuara pada pencapaian tujuan pendidikan secara efektif, efisien, dan berkelanjutan yang kemudian menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan menghadapi tantangan global.
GOURA PATTISELANNO DAN JUSTINUS MARCOS SERANG
BAWAH PULANG MEDALI EMAS DALAM WORLD SCIENCE ENVIRONMENT AND ENGINERING COMPETITION (WSEEC)
UNIVERSITAS INDONESIA (17-20 JULI 2022)
Goura dan Senof(akrabnya) bersama dengan Sarah Simanjuntak dan Kezia Bustan (SMA N 1 Manokwari) dan Petrus G.C. Saiba (SMA N 2 Manokwari) adalah 5 siswa yang diseleksi dari beberapa sekolah di Kabupaten Manokwari oleh Yayasan Indonesia Sejahterah Barokah (YISB) untuk mengikuti ajang WEESC) di Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 17-20 Juli 2022). Mereka berhasil dalam kompetisi ini dengan memboyong Medali Emas dan satu Penghargaan dari Macedonia Awards 2022. Sungguh ini merupakan suatu kebanggaan bagi Goura dan Senof juga ketiga kawan-kawannya, membanggakan orangtua serta nama sekolah menjadi viral.
Ajang kompetisi sains internasional ini adalah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scienties Associantien (IYSA) karena melibatkan beberapa negara Asia bahkan beberapa dari Eropa. Kompetisi ini menuntut keabsahan/kemurinian dan kevalidan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peserta. Semuanya harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah pada dewan juri. Pada tahun ini (2022) rupanya ada angin segar dari Papua Barat khususnya kabupaten Manokwari. Karena para pelajar di Kabupaten Manokwari memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Kali ini semua penyelenggaraan ditanggulangi oleh Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB).
Goura dan kawan-kawan adalah peserta hasil seleksi dari beberapa sekolah di Kabupaten Manokwari pada bulan Juni 2022. Kurang lebih ada 37 peserta yang diseleksi oleh pak. Budi Santoso, M.Pd. Dari 37 siswa terpilihlah lima siswa sebagaimana disebutkan di atas. Ke lima siswa ini digenjot melalui pendampingan dan bimbingan kurang lebih 2 bulan, baik secara offline maupun online. Seringkali terbesit bahwa mereka sudah tidak sanggup, karena banyaknya tugas penelitian dan membuat beberapa presentasi dari hasil penelitian. Kegagalan demi kegagalan dalam penelitiannya kadang membuat mereka kendor dalam semangat, namun para pembimbing dan pendamping terus membantu dengan memberikan motivasi dan semangat untuk terus berjuang KAMU BISA. Mengingat materi penelitian mereka cukup berat, yakni membuat BARAPEN dalam bentuk kategori ilmiah. Mereka meneliti tentang Proses pembuatan BARAPEN salah satu tradisi memasak B2 dari Papua dengan rumus fisika, kimia dan biologi. Ditambah lagi bahwa presentasi terhadap hasil penelitian mereka harus disampaikan dalam Bahasa Inggris. Bagi Goura dan Justinus bahasa Inggris adalah bahasa yang telah mereka dalami kurang lebih 3 tahun ketika berada di Australia. Sehingga modal untuk berbahasa telah menjadi dasar yang kuat dalam diri mereka berdua.
Selama kurang lebih 2 Minggu Goura dan kawan-kawan mengikuti WSEEC, dan mendapatkan medali Emas juga Macedonia Awards. Pada tanggal 24 Juli 2022 mereka kembali ke Manokwari untuk membawa kabar gembira ini. Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat memberi Apresiasi bagi ke lima pelajar ini sekembalinya mereka ke tanah air Manokwari. Kepala Dinas Barnabas Dowansiba dan Kepala Bidang SMA Timotius Kambu, menyambut ke lima pelajar ini di Bandara Rendani-Manokwari. Dalam penyambutannya, ke lima pelajar ini diberikan cindramata dari Dinas Pendidikan sebagai ungkapan selamat. Kepala dinas mengatakan dalam wawancaranya yang dilansir dalam Papua Barat TV bahwa akan terus mengakomodir kegiatan-kegiatan yang menunjang SDM anak-anak di Papua Barat melalui kompetisi-kompetisi baik, lokal, nasional bahkan internasional.
Setelah penerimaan oleh dinas pendidikan di bandar udara Rendani-Manokwari, ke lima pelajar ini diarak-arak mengelilingi kota Manokwari oleh orangtua, para peserta dan pemerhati Pendidikan. Penyambutan-penyambutan di tiga sekolah diberikan kepada ke lima anak-anak ini. Teristimewah Goura dan Justinus, disambut dengan meriah oleh para pelajar SMAKVILL dengan marchingband. Ini adalah bentuk rasa syukur dan bangga dari kami sekalian atas prestasi yang diterima oleh kedua anak kami. Harapannya bahwa semoga dengan hasil yang diterima oleh Goura dan Senof, tidak membuat mereka menjadi sombong, melainkan memotivasi adik-adiknya untuk terus belajar dan bersaing. Goura dan Senof saat ini duduk di bangkus SMAKVILL kelas XII program MIPA.
Ke lima pelajar Manokwari ini didampingi oleh Pak Budi Santoso, M.Pd melalui Yayasan Terang Papua dalam persiapan selama kurang lebih 3 bulan. Goura dkk melakukan se
buah penelitian sains berkaitan dengan Barapen (yang merupakan salah satu tradisi budaya orang Papua tentang bakar batu). Mereka mencoba menjelaskan proses barapen dari sisi ilmiah dengan melakukan uji coba lab. Rupanya usaha dari ke lima pelajar ini dapat dipertanggungjawabkan dalam presentasinya kepada dewan juri. Apresiasi dan dukungan diberikan oleh para dewan juri untuk kelima pelajar hebat ini. Mereka telah dipersiapkan dengan begitu baik oleh Pak Budi Santoso, sehingga mendapatkan hasil yang baik.
WEESC yang diselenggarakan di Universita Indonesia tahun ini melibatkan 23 negara dengan 300 kelompok peserta dari jenjang Sekolah Dasar-Universitas. Kompetisi ini dilakukan baik secara offline maupun online. Pengalaman ikut dalam kompetisi WSEEC adalah pengalaman pertama yang membanggakan para pelajar dari Manokwari Papua Barat. Harapan untuk juara memang memiliki kemungkinan kecil, tetapi Tuhan berkehendak lain bahwa ke lima anak kami mampu mendapatkan Medali Emas dalam kompetisi WSEEC dan mendapat penghargaan dari Macedonia Awards. Luapan kebahagiaan, kegembiraan dan syukur menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Orang tua, Yayasan Indonesia Sejahtra Barokah (YSIB), Yayasan Terang Papua dan juga ketiga instansi pendidikan mendapatkan reword yang baik dari hasil yang diperoleh ke lima anak-anak ini. Selanjutnya, pada bulan september Goura dkk akan melanjutkan kompetisi ini di Kuala Lumpur Malaysia ditingkat yang lebih besar. Semoga hasil yang terbaik dapat mereka peroleh.
Selamat dan Sukses
#SMAKVILL UNGGUL#SMAKVILL BISA#
SA
GOURA PATTISELANNO DAN JUSTINUS MARCOS SERANG
BAWAH PULANG MEDALI EMAS DALAM WORLD SCIENCE ENVIRONMENT AND ENGINERING COMPETITION (WSEEC)
UNIVERSITAS INDONESIA (17-20 JULI 2022)
Goura dan Senof(akrabnya) bersama dengan Sarah Simanjuntak dan Kezia Bustan (SMA N 1 Manokwari) dan Petrus G.C. Saiba (SMA N 2 Manokwari) adalah 5 siswa yang diseleksi dari beberapa sekolah di Kabupaten Manokwari oleh Yayasan Indonesia Sejahterah Barokah (YISB) untuk mengikuti ajang WEESC) di Universitas Indonesia (UI) pada tanggal 17-20 Juli 2022). Mereka berhasil dalam kompetisi ini dengan memboyong Medali Emas dan satu Penghargaan dari Macedonia Awards 2022. Sungguh ini merupakan suatu kebanggaan bagi Goura dan Senof juga ketiga kawan-kawannya, membanggakan orangtua serta nama sekolah menjadi viral.
Ajang kompetisi sains internasional ini adalah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scienties Associantien (IYSA) karena melibatkan beberapa negara Asia bahkan beberapa dari Eropa. Kompetisi ini menuntut keabsahan/kemurinian dan kevalidan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peserta. Semuanya harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah pada dewan juri. Pada tahun ini (2022) rupanya ada angin segar dari Papua Barat khususnya kabupaten Manokwari. Karena para pelajar di Kabupaten Manokwari memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Kali ini semua penyelenggaraan ditanggulangi oleh Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah (YISB).
Goura dan kawan-kawan adalah peserta hasil seleksi dari beberapa sekolah di Kabupaten Manokwari pada bulan Juni 2022. Kurang lebih ada 37 peserta yang diseleksi oleh pak. Budi Santoso, M.Pd. Dari 37 siswa terpilihlah lima siswa sebagaimana disebutkan di atas. Ke lima siswa ini digenjot melalui pendampingan dan bimbingan kurang lebih 2 bulan, baik secara offline maupun online. Seringkali terbesit bahwa mereka sudah tidak sanggup, karena banyaknya tugas penelitian dan membuat beberapa presentasi dari hasil penelitian. Kegagalan demi kegagalan dalam penelitiannya kadang membuat mereka kendor dalam semangat, namun para pembimbing dan pendamping terus membantu dengan memberikan motivasi dan semangat untuk terus berjuang KAMU BISA. Mengingat materi penelitian mereka cukup berat, yakni membuat BARAPEN dalam bentuk kategori ilmiah. Mereka meneliti tentang Proses pembuatan BARAPEN salah satu tradisi memasak B2 dari Papua dengan rumus fisika, kimia dan biologi. Ditambah lagi bahwa presentasi terhadap hasil penelitian mereka harus disampaikan dalam Bahasa Inggris. Bagi Goura dan Justinus bahasa Inggris adalah bahasa yang telah mereka dalami kurang lebih 3 tahun ketika berada di Australia. Sehingga modal untuk berbahasa telah menjadi dasar yang kuat dalam diri mereka berdua.
Selama kurang lebih 2 Minggu Goura dan kawan-kawan mengikuti WSEEC, dan mendapatkan medali Emas juga Macedonia Awards. Pada tanggal 24 Juli 2022 mereka kembali ke Manokwari untuk membawa kabar gembira ini. Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat memberi Apresiasi bagi ke lima pelajar ini sekembalinya mereka ke tanah air Manokwari. Kepala Dinas Barnabas Dowansiba dan Kepala Bidang SMA Timotius Kambu, menyambut ke lima pelajar ini di Bandara Rendani-Manokwari. Dalam penyambutannya, ke lima pelajar ini diberikan cindramata dari Dinas Pendidikan sebagai ungkapan selamat. Kepala dinas mengatakan dalam wawancaranya yang dilansir dalam Papua Barat TV bahwa akan terus mengakomodir kegiatan-kegiatan yang menunjang SDM anak-anak di Papua Barat melalui kompetisi-kompetisi baik, lokal, nasional bahkan internasional.
Setelah penerimaan oleh dinas pendidikan di bandar udara Rendani-Manokwari, ke lima pelajar ini diarak-arak mengelilingi kota Manokwari oleh orangtua, para peserta dan pemerhati Pendidikan. Penyambutan-penyambutan di tiga sekolah diberikan kepada ke lima anak-anak ini. Teristimewah Goura dan Justinus, disambut dengan meriah oleh para pelajar SMAKVILL dengan marchingband. Ini adalah bentuk rasa syukur dan bangga dari kami sekalian atas prestasi yang diterima oleh kedua anak kami. Harapannya bahwa semoga dengan hasil yang diterima oleh Goura dan Senof, tidak membuat mereka menjadi sombong, melainkan memotivasi adik-adiknya untuk terus belajar dan bersaing. Goura dan Senof saat ini duduk di bangkus SMAKVILL kelas XII program MIPA.
Ke lima pelajar Manokwari ini didampingi oleh Pak Budi Santoso, M.Pd melalui Yayasan Terang Papua dalam persiapan selama kurang lebih 3 bulan. Goura dkk melakukan se
buah penelitian sains berkaitan dengan Barapen (yang merupakan salah satu tradisi budaya orang Papua tentang bakar batu). Mereka mencoba menjelaskan proses barapen dari sisi ilmiah dengan melakukan uji coba lab. Rupanya usaha dari ke lima pelajar ini dapat dipertanggungjawabkan dalam presentasinya kepada dewan juri. Apresiasi dan dukungan diberikan oleh para dewan juri untuk kelima pelajar hebat ini. Mereka telah dipersiapkan dengan begitu baik oleh Pak Budi Santoso, sehingga mendapatkan hasil yang baik.
WEESC yang diselenggarakan di Universita Indonesia tahun ini melibatkan 23 negara dengan 300 kelompok peserta dari jenjang Sekolah Dasar-Universitas. Kompetisi ini dilakukan baik secara offline maupun online. Pengalaman ikut dalam kompetisi WSEEC adalah pengalaman pertama yang membanggakan para pelajar dari Manokwari Papua Barat. Harapan untuk juara memang memiliki kemungkinan kecil, tetapi Tuhan berkehendak lain bahwa ke lima anak kami mampu mendapatkan Medali Emas dalam kompetisi WSEEC dan mendapat penghargaan dari Macedonia Awards. Luapan kebahagiaan, kegembiraan dan syukur menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Orang tua, Yayasan Indonesia Sejahtra Barokah (YSIB), Yayasan Terang Papua dan juga ketiga instansi pendidikan mendapatkan reword yang baik dari hasil yang diperoleh ke lima anak-anak ini. Selanjutnya, pada bulan september Goura dkk akan melanjutkan kompetisi ini di Kuala Lumpur Malaysia ditingkat yang lebih besar. Semoga hasil yang terbaik dapat mereka peroleh.
Selamat dan Sukses
#SMAKVILL UNGGUL#SMAKVILL BISA#
SA
PELAKSANAAN UJIAN SEKOLAH DI SMAS KATOLIK VILLANOVA DENGAN MODEL "SEMI ONLINE"
Pelaksanaan Ujian Sekolah untuk siswa-siswi SMAS Katolik Villanova mulai dilaksanakan sejak Senin, 28 Maret sampai dengan Selasa 5 April 2022. Ujian sekolah 2 tahun terakhir ini terlihat berbeda. Sejak Covid-19 menghantam dunia, Indonesia pada khususnya proses belajar mengajar disetiap instansi pendidikan formal dan non formal di lakukan secara online. Kurikulum pembelajaranpun disederhanakan menjadi Kurikulum Darurat Covid-19 agar materi pembelajaran dapat menjangkau para siswa dan guru itu sendiri. Beberapa aspek penilaian guru terhadap siswa menjadi tidak dapat dijangkau, mengingat semua siswa dan guru berada di rumahnya masing-masing. Walaupun demikian, Guru dan peserta didik dituntut untuk secara perlahan memulai suatu habitus baru yaitu belajar dalam jaringan (Daring), luring maupun blanded learning, ataupun sejinisnya.
Sejak Maret tahun 2020 sampai dengan saat ini (2022) para guru dan siswa SMAS Katolik Villanova mulai melakukan KBM secara online. Tentu banyak sekali masalah/kendala yang dihadapi baik oleh siswa maupun oleh guru itu sendiri, seperti mulai dari kepemilikan HP, Jaringan internet, Quota/data, gaptek, Listrik, partisipasi ortu/wali, lingkungan sosial dan lain sebainya. Semua itu, mau tidak mau harus berjalan sesuai dengan waktu pembelajaraan dan "apa adanya". Begitu banyaknya keterbatasan yang dimiliki oleh para siswa pada tahun-tahun pertama kegiatan belajar mengajar secara online, maka sejumlah kecil siswa SMAS Katolik Villanova tidak dapat menuntaskan pembelajarannya dan melanjutkannya pada tingkat semester berikut. Maka dari itu, untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan ketidaktuntasan siswa dalam belajar online, maka pihak sekolah memutuskan agar mulai tahun baru 2022 para siswa yang memiliki kesulitan, keterbatasan, ketidakmampuan dalam belajar online dapat menetap di asrama (putra dan putri) agar didampingi oleh para pembina asrama dan para guru. Sekolah menyediakan sarana penambahan quota WIF bagi para siswa yang akan melakukan pembelajaran online di sekolah dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Dengan demikian, kemungkinan-kemungkinan ketidaktuntasan siswa dapat diperkecil, dan tidak seperti realitas pada tahun-tahun sebelumnya.
Pada tahun ajaran 2020/2021, penyelengga
raan Ujian Sekolah untuk siswa kelas XII dilakukan secara full Daring (online). Panitia penyelenggara Ujian Sekolah menyediakan aplikasi E-Ujian untuk pelaksanaan ujian dimaksud. Peserta didik dapat mengikuti Ujian Sekolah dari rumah mereka masing-masing dengan menggunakan HP, Laptop atau sejenisnya. Pengawasan/pendampingan terhadap peserta didik yang sedang mengkuti Ujian Sekolah dilakukan oleh dua pihak, yakni baik oleh guru di sekolah maupun orangtua/wali di rumah. Pengawasan yang dilakukan oleh guru di sekolah, yakni melalui kamera HP/Lapop atau sejenisnya. Panitia Ujian Sekolah memodifikasi E-Ujian sedemikian rupa sehingga dapat memantau peserta ujian ketika tidak melaksanakan ujiannya dengan baik, atau menyeleweng dalam mengikuti Ujian Sekolah. Pihak kedua adalah orang tua/wali murid di rumah. Karena itu, selain sibuk dengan pekerjaannya orangtua/wali murid juga diminta terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan Ujian Sekolah bagi anak-anak mereka yang sedang bersama mereka di rumah. Orangtua/wali murid diharapkan dapat mendampingi anak-anaknya, menginformasikannya kepada panitia pelakasana Ujian apabila anak-anaknya tidak dapat mengikuti Ujian Sekolah dengan baik, atau singkatnya memberitahu kepada pihak sekolah tentang berlangsungnya pelaksanaan Ujian anak-anaknya. Betapa tidak efektif dan efisiennya proses ini, namun mau tidak mau proses seperti ini harus dilakukan selama pandemi Covid19 belum dinyatakan berkurang/atau hilang.

Pelaksanaan Ujian Sekolah di tahun pelajaran 2021/2022 sedikit berbeda. Ujian Sekolah pada tahun ini dilaksanakan sejak hari Senin tanggal 28 Maret sampai dengan Selasa 5 April 2022. Tahun ini Pelaksanaan Ujian dilakukan secara Semi Online di mana peserta didik tetap melakukan Ujian secara online, namun semua peserta ujian di Wajibkan untuk berada di dalam kelas dengan menggunakan atribut sekolah secara lengkap dan mematuhi protokol Covid-19. Peserta didik mengikuti proses mulai dari simulasi peraturan pelaksanaan Ujian Sekolah sampai dengan Penggunaan Aplikasi E-Ujian dan Protokol Covid-19 demi memperlancar proses Semi Online yang akan diselenggarakan oleh panitia Ujian Sekolah. Peserta didik tetap diwajibkan membawa HP, Laptop atau sejenisnya ke dalam kelas untuk mengakses E-Ujian dalam bentuk link yang sudah disiapkan oleh panitia Ujian sesuai dengan jadwal yang telah dibagikan. Setiap ruang ujian didampingi oleh 2 orang guru pengawas seperti lazimnya. Jaringan internet yang digunakan oleh siswa selama mengikuti Ujian Sekolah disiapkan oleh sekolah, sehingga panitia Ujian dapat memblokir aplikasi-aplikasi lain yang mengganggu proses Ujian Sekolah. Proses pengawasan Ujian Sekolah dilakukan secara ketat, setiap ruangan berisi 15-17 peserta Ujian sekolah. Jumlah siswa SMAS Katolik Villanova tahun Pelajaran 2021/2022 yang kini sudah melangsungkan Ujian Sekolahnya sebanyak 65 Peserta didik. Dengan demikian ada 5 (lima) ruang kelas yang dipergunakan sebagai kelas Ujian Sekolah. Waktu pelaksanaan Ujian Sekolah dimulai sejak pukul 08.00 WIT-13.00 WIT. Para Pengawas dan Peserta Ujian diwajibkan telah berada di Sekolah pukul 07.15 WIT untuk mempersiapkan kelas dan peserta Ujian dalam melaksanakan Ujian Sekolah.
Hari ini Selasa, 5 April 2022 adalah hari terakhir pelaksanaan Ujian Sekolah bagi Peserta Didik kelas XII Tahun pelajaran 2021/2022. Semua proses berjalan dengan baik dan lancar. Beberapa kendala memang dialami oleh panitia, namun semuanya terlaksana dengan baik. Semoga hasil yang diperoleh semua peserta ujian tahun ini pun membanggakan. Amin
By_
#SA@PENA#